MARKETING PLAN K-LINK

Bedah marketing plan K-Link:

                                                                          Bonus Perkembangan 28%

K-Link international akan memberikan sebanyak 28% dari keseluruhan business value (BV) yang dihasilkan oleh sebuah group. Komisi ini dikenal dengan Bonus perkembangan. Bonus ini akan dibagikan secara proporsional kepada semua usahawan K-Link yang yang berkontribusi pada penjualan tersebut.

Syarat untuk mendapatkan bonus perkembangan adalah sebagai berikut

  • Untul level manager kebawah (3% – 15%) melakukan transaksi sebesar 100BV pada bulan bersangkutan
  • Untuk level Saphire ke atas ( > 15%) Melakukan transaksi sebesar 200BV pada bulan bersangkutan.

Bagaimana bila seorang usahawan tidak melakukan transaksi sebesar syarat kelayakan di atas ? Bonus tidak akan hilang, tapi akan dipassup ke upline terdekat yang layak.

Bagaimana bonus dibagikan

Bonus akan dibagikan secara adil kepada setiap usahawan yang layak berdasar syarat di atas. Adil disini artinya, bonus dibagi berdasar besaran persen pada level usahawan setelah dipotong bagian downline sesuai besaran persen sang downline.

Studi Kasus

(A 12%) 200BV —– (A11 6%) 100 BV

—– (A12 9%) 400BV

—– (A13 6%) 100BV —– (A131 6%) 50BV

Berdasar kasus di atas:

A (12%)  memiliki 3 downline A11, A12 dan A13 masing-masing dengan peringkat 6,9 dan 6 % dengan BV masing-masing 100,400 dan 100. A13 memiliki satu downline yaitu A131 peringkat 6% dengan BV 50.

Berdasar data di atas, omzet group A adalah 850BV, dimana posisi tertinggi adalah 12%, artinya 12% dari 850BV yaitu 102BV akan dibagikan kepada semua usahawan secara adil, Lho kok 12%. Lalu bagaimana pembagiannya ? kita mulai dari terkecil dahulu dengan asumsi 1 BV adalah Rp 2,600

A131 6%  mendapatkan 0BV atau Rp 0 karena tidak memenuhi syarat kelayakan, bagian A131 akan di passup ke upline terdekat

A13 6% mendapatkan 15% x 150BV (omzet group) = 22.5BV = Rp 58,500

A12 9% mendapatkan 12% x 400BV = 48BV = Rp 124,800

A11 6% mendapatkan 6% x 100 BV = 6BV = Rp 15,600

A12 12% mendapatkan 12% x 850BV = 102BV – (22.5 + 48 + 6)BV = 25.5BV = Rp 66,300

Nah melalui studi kasus diatas bisa kita lihat bagaimana A walaupun sebagai upline mendapatkan lebih sedikit daripada A12, karena pada dasarnya A12 memberikan kontribusi paling banyak untuk omzet penjualan group A.

Coba anda refleksikan ini pada pekerjaan kita yang sekarang, bisakah kita mendapat penghasilan lebih besar daripada atasan kita bila ternyata kita memiliki kontribusi lebih. Silahkan jawab sendiri.

Bonus perkembangan adalah 1 dari 14 bonus yang ditawarkan oleh Marketing Plan K-Link, masih ada 13 bonus lainnya yang boleh kita bahas. Jadi pastikan anda mengunjungi lagi blog ini.

Bedah marketing plan K-Link: Jenjang karir

K-Link Add comments

Anda pekerja kantoran dan berusaha untuk meningkatkan karir anda. Maka K-Link pun juga menyediakan konsep jenjang karir pula. Bedanya, kalau di sebuah perusahaan seringkali biarpun kita telah berusaha maksimal untuk meningkatkan karir tetapi karir kita tertahan di situ-situ saja, penyebabnya bisa banyak hal, mungkin belum ada posisi kosong untuk anda promosi atau mungkin anda harus bersaing dengan puluhan atau ratusan lainnya yang juga mengharapkan promosi. Di K-Link, promosi akan berjalan dengan sendirinya berdasar prestasi anda, sehingga di K-Link bukan tidak mungkin anda bisa menyalip atasan/upline anda.

Untuk lebih jelasnya, mari kita bedah tentang jenjang karir K-Link ini

Penentu jenjang karir

Ada 3 hal utama yang menentukan bagaimana karir anda di K-Link tumbuh. Mereka adalah:

  • Omzet penjualan group
  • Banyaknya kaki langsung/frontline
  • Perkembangan masing-masing kaki

Dengan melihat 3 hal diatas saja, kita bisa memahami bahwa di K-Link kita tidak bisa sukses sendirian. Untuk bisa meningkatkan karir, maka kita harus membangun kinerja group kita dan membantu semua kaki dibawah kita untuk tumbuh berkembang. Sukses kita baru bisa didapat, apabila kita berhasil membantu orang lain di bawah kita menjadi sukses.

Karakteristik jenjang karir

Berikut adalah karakteristik jenjang karir yang ditawarkan oleh marketing plan K-Link.

  • Kenaikan didasarkan pada akumulasi omzet
  • Tidak ada batas waktu dan tidak ada istilah turun peringkat
  • Keuntungan dibagi secara proporsional
  • Bisa diwariskan

Artinya, sekali anda bertekad untuk aktif di K-Link, maka pilihan anda hanya satu yaitu karir naik apapun yang terjadi. Syratnya hanya satu: anda tidak berhenti di tengah jalan. Keuntungan dibagi proporsional maksudnya bahwa komisi akan diterima berdasarkan prestasi kerja kita masing-masing. Jadi semisal downline kita bekerja lebih keras, bukan tidak mungkin penghasilan mereka akan lebih besar dari kita, atau bahkan kita sebagai upline tidak mendapat komisi sama sekali.

Detail mengenai pembagian komisi ini akan kita bahas pada posting tentang bedah marketing plan K-Link selanjutnya.

Jenjang Karir

Berikut adalah jenjang karir di K-Link, jenjang karir ini akan kami bagi menjadi 3 bagian, yaitu: pelaksana, pengawas dan perencana.

Pelaksana

Adalah jenjang karir untuk mereka yang baru bergabung di K-Link, di tahap ini seorang mitra belajar mengenai produk-produk K-Link, konsep bisnis network marketing, bagaimana merubah mindset dan hal-hal lain yang bersifat dasar/fundamental. Di fase ini umumnya seringkali seorang mitra berhenti, karena pada masa ini terjadi pengkondisian pemikiran dari seorang mitra terhadap lingkungan baru yang akan dihadapinya.

Pada fase ini, murni perhitungan kenaikan hanya didasarkan pada akumulasi omzet group, dan idealnya seorang mitra berada pada fase pelaksana ini antara 3 – 6 bulan.

Peringkat Syarat Estimasi penghasilan
03% – Member Akumulasi GBV 100BV
06% – Senior Member Akumulasi GBV 400BV
09% – Supervisor Akumulasi GBV 2000BV
12% – Assistant Manager Akumulasi GBV 8000BV
15% – Manager Akumulasi GBV 15000BV Rp 3 juta/bulan

Contoh:
Anda bergabung pada bulan pertama dan bertransaksi 100BV maka pada bulan pertama pringkat anda adalah (3% – Member)

Pada bulan kedua, anda merekrut 2 orang, dan masing-masing bertransaksi 100BV termasuk anda, maka akumulasi GBV anda adalah:

100BV (bulan pertama) + 3x100BV (bulan kedua)=400BV

Pada bulan kedua, peringkat anda adalah 6% – Sr Member dan 2 downline anda adalah 3% Member.

Pengawas

Peringkat berikutnya yaitu pengawas, pada peringkat ini, tugas seorang mitra adalah lebih kepada bagaimana membimbing jaringan yang ada dibawahnya berdasarkan pengalaman yang mereka miliki untuk mencapai tahapan sekarang.

Pada fase pengawas ini, keberhasilan seorang mitra sangat bergantung pada bisa tidaknya dia mengenali karakteristik jaringannya dan melakukan duplikasi proses yang telah dianjurkan.

Berbeda dengan fase pelaksana yang didasarkan pada akumulsi omzet group, kenaikan fase pengawas didasarkan pada berapa banyak kaki langsung yang berhasil mencapai level manager.

Peringkat Syarat Estimasi penghasilan
Saphire Manager Memiliki 1 kaki langsung manager Rp 4jt/bulan
Ruby Manager Memiliki 2 kaki langsung manager Rp 7jt/bulan
Emerald Manager Memiliki 3 kaki langsung manager Rp 10jt/bulan

Perencana

Fase terakhir adalah peringkat dimana seorang mitra lebih fokus kepada strategi yang harus disusun untuk meningkatkan pertumbuhan bisnisnya. Pada fase ini, seorang mitra sudah mulai mendelegasikan dan mempercayakan pertumbuhan jaringannya kepada kader-kader pemimpin yang sudah dididiknya.

Fungsi utama mitra sebagai perencana adalah:

  • Mengkonsep strategi pemasaran untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis jaringannya
  • Bersinergi dengan jaringan lain
  • Memberikan motivasi dan kaderisasi pemimpin dalam jaringan

Pada fase pelaksana, syarat kenaikan didasarkan pada jumlah Emerald manager yang ada dalam jaringannya. Emerald tidak harus kaki langsung, bisa saja downline pada tingkat ke 2, 3 bahkan 15, tapi perlu diingat, untuk setiap kaki, hanya bisa di hitung 4 Emerald Manager.

Peringkat Syarat Estimasi penghasilan
Diamond Manager 4 Emerald Rp 20Jt/bulan
Crown Manager 8 Emerald Rp 35jt/bulan
Crown Ambassador 12 Emerald Rp 50jt/bulan

Untuk meraih posisi Crown Ambassador, dengan menjalankan yang diajarkan oleh K-System umumnya diperlukan 3 – 5 tahun. Jadi apabila anda mengambil keputusan sekarang untuk bergabung dan aktif dengan K-Link, maka secara bertahap anda akan mendapatkan penghasilan tambahan sebesar Rp 50 Juta/bulan setelah 3 tahun ke depan, Insya Allah.

Bedah marketing plan K-Link: Komponen pembentuk

K-Link Add comments

Pada posting sebelumnya kita membahas tentang konsep-konsep marketing plan yang berkembang di industri MLM. Kali ini kita coba lebih spesifik membedah tentang marketing plan yang ditawarkan oleh K-Link International. Apa kelebihan dan apa kekurangannya bila dibandingkan dengan MLM lain serta bagaimana konsep marketing plan yang ditawarkan K-Link ini bisa dikategorikan sebagai sebuah konsep marketing plan yang adil dan menguntungkan semua pihak sehingga mendapat pengakuan dari DSN MUI.

Post tentang bedah marketing plan K-Link ini kami buat secara berseri, karena tidak mungkin untuk bisa menjabarkannya secara detail dalam 1 post saja, kenapa ? karena di K-Link terdapat 14 jenis komisi yang setiapnya memiliki karakteristik berbeda-beda.

BV, PBV, GBV dan PGBV

Sebelum mengintip lebih jauh tentang marketing plan K-Link, ada beberapa hal yang harus diketahui lebih dulu, yaitu komponen-komponen pembentuk marketing plan K-Link.

BV = Business Value
Seperti laiknya bisnis yang lain, maka K-Link mendasarkan kemajuan bisnisnya dari omzet penjualan. Dimana komisi hanya akan dibagikan berdasar prestasi penjualan dari sang usahawan dan groupnya. Untuk setiap produk K-Link dikenal istilah BV atau Business Value, nilai BV ini akan dikreditkan ke akun mitra K-Link sebagai indikator prestasi penjualannya.

PBV = Personal Business Value
Adalah akumulasi nilai BV dalam satu periode (satu bulan) penjualan

GBV = Group Business Value
Adalah akumulasi dari BV seorang mitra K-Link dan seluruh mitra yang ada dalam jaringannya.

PGBV = Personal Group Business Value
Adalah akumulasi dari BV seorang mitra K-Link ditambah dengan GBV dari kaki langsung-nya yang belum mencapai level manager. Ketika kaki langsung menjadi manager, maka GBV yang dimiliki oleh kaki yang bersangkutan tidak bisa diklaim sebagai PGBV yang bersangkutan.

Untuk mempermudah, silahkan lihat figure dibawah ini:

Gambar di atas menunjukkan skema jaringan sebagai berikut:

Anda memiliki front line 3 orang dimana masing-masing memiliki jaringan dengan point belanja/penjualan sebagaimana tersebut gambar diatas. Untuk mudahnya kita sebut sebagai Frontline A, B dan C. Dan front line B telah mencapai level manager.

Pada bagian bawah gambar, dituliskan nilai-nilai yang dimiliki oleh setiap orang. Disitu bisa dilihat, anda mungkin memiliki GBV yang paling besar dalam jaringan anda, tetapi PGBV terbesar adalah dimiliki oleh FLine B dan FLine B juga adalah kontributor terbesar untuk GBV anda. Dalam hal ini, ketika kita membahas lebih jauh tentang bagaimana komisi dibagikan, kita akan melihat bagaimana FLine B mendapatkan komisi lebih besar daripada anda. Meskipun anda adalah atasan/upline/perekrut B dalam industri ini. Hal inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk bergabung dengan MLM K-Link. Apabila kita bekerja pada sebuah perusahaan, dan umumnya adalah demikian, seringkali (meskipun tidak selalu) ketika kita bekerja lebih keras dan lebih cerdas, tetapi yang mendapat kredit adalah atasan kita

Oke, cukup untuk saat ini tentang bedah marketing plan K-Link, pada post berikutnya apaitusehat.com akan membahas lebih lanjut tentang jenjang karir di marketing plan K-Link.

Tertarik untuk bergabung dengan K-Link yang didukung oleh system support dan pelatihan handal K-System dan alat bantu online apaitusehat.com, silahkan klik link dibawah ini untuk bergabung:

Mengetahui siklus penjualan

Tentang MLM Add comments

Dalam sebuah kesempatan makan siang, saya bertemu dengan seorang rekan yang sedang merintis usaha barunya di dunia persablonan, kami mengobrol ngalor-ngidul hingga akhirnya ketika saya mulai bercerita tentang komunitas sepeda saya, sang teman tersebut mulai memperkenalkan usaha sablonnya, pembicaraan pun berujung pada ajakan teman saya tersebut untuk melihat hasil-hasil sablonannya.

Dalam setiap bisnis, penjualan adalah mutlak, karena dari sinilah keuntungan dihasilkan, dan menariknya ini juga terjadi dalam setiap aspek kehidupan kita (baca: karena kita adalah penjual). Apa yang dilakukan oleh rekan saya diatas adalah salah satu contoh akitvitas penjualan, dan apapun bentuknya, aktivitas penjualan memiliki siklus yang selalu sama dari waktu ke waktu, yang membedakan hanyalah kreatifitas dalam penerapan siklus tersebut.

Tertarik untuk bergabung dengan bisnis K-Link/apaitusehat.com ==> Klik disini

Mengenal siklus penjualan

Perkenalan – Mengundang – Presentasi – Follow-Up (menindaklanjuti)

Rangkaian diatas adalah siklus penjualan yang umum, dan ini berlaku pada semua penjualan, bagaimanapun bentuknya. Yang membedakan antara satu penjual dengan penjual yang lain mungkin adalah bagaimana menerapkan masing-masing langkah dalam siklus tersebut secara aktual.

Perkenalan, adalah proses dimana kita mencoba untuk mengetahui siapa calon pembeli kita, apa interest dari calon tersebut dan apa yang lebih kurang kita tawarkan untuk memenuhi interest tersebut. Langkah ini kemudian akan dilanjutkan dengan proses mengundang, dimana sang penjual mulai menawarkan jawaban akan ketertarikan calon pembeli.

Presentasi, adalah reaksi yang terjadi dari mengundang, melalui presentasi inilah, sang penjual memberikan rayuan terbaiknya kepada calon pembeli untuk tertarik terhadap barang yang diperdagangkan. Follow-up / tindak lanjut, terjadi setelah presentasi diselesaikan, dimana disinilah gong untuk menutup transaksi jual beli dilaksanakan.

Keempat langkah dalam siklus ini akan ditemui pada setiap kegiatan jual beli, dan akan selalu terjadi secara berurutan, tidak boleh lompat atau tidak beraturan. Apabila terjadi kurang saja satu langkah atau tidak berurutan dalam pelaksanaannya maka bisa dipastikan penjualan tidak akan terjadi sebagaimana mestinya.

Variasi dalam penerapan siklus penjualan

Dalam pelaksanaanya di lapangan, banyak kreatifitas yang dilakukan oleh penjual untuk melakukan siklus tersebut. Sebutlah konsep telemarketing yang melakukan perkenalan melalui analisa bank data dan proses mengundang dan presentasi yang dirangkum melalui diskusi via telepon, atau tengoklah bagaimana sebuah toko memajang produk-produk unggulannya untuk melakukan proses perkenalan dan mengundang kita masuk ke dalam toko tersebut untuk mendapatkan presentasi dari mereka.

Apapun bentuknya dan bagaimanapun kreatifitasnya, sepanjang itu tidak merugikan pihak penjual atau pembeli, mudah untuk dilaksanakan dan tentunya terbukti memberikan hasil penjualan, maka hal tersebut adalah sah-sah saja.

Siklus penjualan lebih mudah di apaitusehat.com

Dengan perkembangan teknologi, maka penerapan siklus penjualan ini bisa dikonversikan ke dunia digital, yang tentunya diharapkan akan sangat membantu dan mempermudah telengkapinya siklus ini. Hal inilah yang diterapkan oleh K-Link/apaitusehat.com

Sebutlah, penggunaan fasilitas sosial media seperti facebook, twitter dan juga pemanfaatan teknologi mesin pencari seperti Google, Bing yang difungsikan untuk memperkenalkan produk yang ditawarkan oleh apaitusehat.com.

Email template adalah salah satu cara lain di dunia digital untuk mempermudah member-member apaitusehat.com dalam mengundang calon pembelinya. Member tidak perlu susah memikirkan redaksi undangan yang ingin disampaikan, cukup pilih template yang bersesuaian, dan email akan dikirimkan secara otomatis lengkap dengan link ke web replika/toko online yang berfungsi sebagai media presentasi.

Konsep follow-up atau tindak lanjut pun dilakukan secara online dengan terstruktur dengan menggunakan bantuan sistem autoresponder, yang berfungsi untuk mengirimkan informasi secara berkala tentang produk dan bisnis yang disampaikan. Ingatlah, sangat mungkin seorang calon pembeli tidak akan membeli pada kali pertama dia berkunjung, tapi mungkin pada kali berikutnya, yang perlu dilakukan adalah selalu menjaga komunikasi dengan sang calon pembeli tersebut.

Singkat kata, dengan konsep online, siklus penjualan menjadi jauh lebih mudah untuk dilaksanakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: