Tips & Trik

Tips cara Membetulkan/memperbaiki flash disk rusak

Tips Cara Memperbaiki/membetulkan Flash Disk yang mati,untuk bisa memperbaiki flash disk gampang-gampang susa untuk memperbaiki flash disk mati biasanya kamu menghadapi seperti ini :

Saat flash disk tertancap di komputer win XP, sedang dipakai namun tiba-tiba windows hank alias frozen. Setelah komputer di booting paksa dan di hidupkan lagi, ternyata flash disk yang tertancap tadi mati. Falsh disk tidak bisa bekerja lagi. Windows mendeteksi kapasitasnya 0 MB dan mengeluarkan pesan untuk memformatnya. Dicoba untuk di format gagal juga. Akhirnya gak terpakai lagi deh tuh Flash disk.

Kalau memang kasus seperti ini yang anda alami terhadap kerusakan flash disk anda. jangan khawatir kita masih bisa coba untuk menyelamatkan dan menghidupkanya lagi. Berikut ini langkah-langkah untuk memperbaikinya:

1.Softawre yang kita perlukan untuk keperluan ini adalah HP Drive Boot Utility (buatan HP namun jangan khawatir ternyata bisa kita gunakan untuk merek yang lainya. Bahkan untuk memory kamera juga). Anda bisa download di Mr.Mo.1 ini.

2.Setelah di download,jalankan dan pilih drive untuk falsh disk yang akan diperbaiki
3.Pilih tipe format disk yang mau di gunakan (FAT, FAT32 atau NTFS)
4.Pilih Quick Format
5.Kemudian pilih start untuk memulainya

________________________________________________________________________________________________________________________________

Sekilas Bejar Editing Video
Sesi I
Para peserta akan mengenal sejumlah jenis produk video yang biasa dipakai oleh unit-unit usaha video production, dengan melihat sampel-sampel video profil, pernikahan & liputan acara.

Para peserta kemudian akan mendapat penjelasan tentang alat-alat yang sehari-hari dipakai, yaitu kamera video (dengan supporting peripheralnya), firewire, scanner, color printer, pc multimedia, microphone, cd recorder, juga bahannya yaitu kaset (tape) video, cd/dvd blank, label cd, cover art paper, cd box, plastik protector, dan lain-lain.

Para peserta kemudian akan melihat secara sepintas di layar proyektor cara kerja sejumlah software yang banyak digunakan dalam bidang ini, antara lain Premiere Pro, Ulead Video Studio, Photoshop, After Effect, 3D Album, Illusion, Ulead Cool 3D, ACD See, TMP Enc, Nero Burning, VCD Cutter. Para peserta juga akan mendapat penjelasan tentang aneka format file/ekstension input maupun output yang akan banyak digunakan, yaitu jpg, tif, tga, png, avi, mov, wmv, mpg, dat, wav, aiff, mp3.

Para peserta kemudian akan mendapat penjelasan tentang konsep Pra Produksi – Produksi – Paska Produksi, melalui dokumen-dokumen yang dibuat dalam proyek produksi video Profil Kabupaten Nunukan 2008 dan beberapa proyek lainnya, mulai dari Kerangka Acuan Kerja (Term of Reference) dari klien, hingga desain produksi, skeduling, skenario dan storyboard yang menjadi acuan kerja selama proses produksi.

Kemudian para peserta akan melihat sejumlah sampel produk “remaking video klip karaoke”, mencoba mengapresiasi, lalu mendapat penjelasan tentang spesifikasi tugas pengerjaan produk serupa yang menjadi tugas kerja selama menjalani kursus.

Kemudian para peserta akan diberikan tinjauan tentang kurikulum dan jadwal studi, serta sasaran-sasaran yang hendak dicapai dalam kegiatan kursus ini. Juga dijelaskan kebutuhan tenaga kerja bidang ini di lapangan.

Pada akhir sesi pertama ini, para peserta sudah akan langsung berkenalan dengan program utama yang dipakai yaitu Adobe Premiere Pro 2.0., dengan mengerjakan tugas sederhana yang berkaitan dengan proyek videoklip yang akan dikerjakan, yaitu dengan mengurai (breakdown) sebuah videoklip musik yang akan dibuatkan versi remaking-nya menjadi storyboard di file Word yang kemudian di print. Para peserta kemudian akan membawa printout storyboard ini ke rumah masing-masing untuk referensi proses kreatif yang diharapkan muncul, yaitu berupa ide-ide pengisian gambar-gambar baru yang lebih menarik/imajinatif, yang bisa diproduksi dengan segala keterbatasan yang ada (skill, properti, waktu, biaya, dsb).

Sesi II : Dasar Syuting
Di kelas, para peserta akan mendapatkan penjelasan tentang dasar-dasar teori syuting, seperti angle gambar, gerakan kamera, fokus interest, pencahayaan, sambil diperlihatkan contoh-contoh gambar dari lapangan. Para peserta juga akan mendapatkan lembaran fotokopian tentang materi ini untuk dipelajari lebih lanjut di rumah. Sebagai kelanjutan proyek videoklip, para peserta akan bersama-sama menyumbang ide cerita videoklip dan saling menggali ide, kemudian dengan bimbingan instruktur akan merumuskannya ke dalam bentuk sinopsis.

Sesi III : Praktek Syuting
Di lapangan (outing), para peserta akan mencoba mengeksploitasi kekuatan bahasa gambar dengan merekam (syuting) sebuah obyek atau kejadian faktual tertentu secara singkat (durasi maksimal 3 menit) dengan target bahwa rekaman tersebut memiliki maksud/makna/pesan komunikasi yang jelas yang dapat sampai kepada pemirsa tanpa harus ditambahi dengan keterangan apapun (teks, narasi, backsong, dsb). Contoh : keramaian pasar, kesibukan niaga, profesionalisme orang kantoran, ketekunan atlet berlatih, kucing yang lucu (atau kesepian), keindahan taman bunga, kerja keras petugas kebersihan kota, dsb.

Sesi IV : Evalusi & Diskusi
Di kelas, hasil rekaman video yang telah ditransfer oleh instruktur, akan ditampilkan untuk dipresentasikan oleh setiap peserta, disusul evaluasi dan diskusi. Untuk menguji efektivitas kekuatan komunikasi bahasa gambar, setiap peserta yang melakukan pengambilan gambar tersebut harus menyerahkan secara tertulis cerita/pesan yang hendak ia sampaikan melalui rekaman video tersebut. Video ini lalu ditayangkan di kelas dan setiap peserta lain akan mencoba memaknai gambar yang ia saksikan. Tingkat efektivitas bahasa gambar ini akan mudah dilihat dengan membandingkan cerita/maksud tertulis versi pengambil gambar dengan makna yang sampai dan diterima oleh para peserta lain sebagai pemirsa.

Sesi V : Pra Produksi Videoklip (Desain Produksi)
Setelah tune-in terhadap bidang produksi video sebagai hasil dari 4 sesi sebelumnya, para peserta akan mulai memasuki real project, yaitu proses pra produksi remaking videoklip. Dimulai dari riset, desain produksi, casting, skeduling, hingga perumusan skenario. Para peserta akan mendapat penekanan bahwa proses pra-produksi ini ialah tahap perencanaan yang mutlak harus dilakukan dengan baik demi kemudahan proses selanjutnya (produksi dan paska produksi), bahwa “kegagalan dalam berencana sama saja dengan merencanakan kegagalan.”

Sesi VI : Pra Produksi Videoklip (Storyboard)
Para peserta akan melanjutkan kegiatan pra produksi ini dengan pembuata storyboard. Instruktur dan supervisor lain akan berperan sebagai orang ketiga yang akan melakukan kritisi terhadap storyboard ini, sebagai analogi dari proses riil di dunia produksi.

Sesi VII : Pra Produksi Videoklip (Layouting)
Setelah melakukan revisi storyboard yang diperlukan, kegiatan pra produksi berlanjut ke tahap pembuatan layout video di program Premiere Pro. Tahap ini amat penting karena pada produk output-nya, yaitu layout video, sudah akan tergambar produk akhir yang akan dihasilkan, dan terutama ialah sense of time-nya serta kesesuaian antara gambar dan nada.

Sesi VIII : Syuting
Para peserta akan melakukan pengambilan gambar-gambar yang diperlukan dengan acuan dari storyboard, dengan menjalankan peran masing-masing seperti yang sudah didefinisikan dengan jelas pada dokumen desain produksi.

Sesi IX : Paska Produksi 1 (Digitizing & Editing Dasar)
Para peserta akan melakukan capture/transfer hasil syuting dan mengkopikan ke hard-disk unit PC masing-masing. Proses ini bisa dianggap sebagai digitizing, jadi dapat seiring dengan proses lain misalnya scanning dan pengumpulan bahan-bahan lain yang diperlukan. Kemudian akan dilakukan ceklist raw material dan manajemen file. Pada tahap editing awal, kepada para peserta akan dijelaskan cara kerja aplikasi Premiere Pro, tools dasar, dan fungsi dasar seperti cut-edit, paste, speed, layering. Sisa waktu dapat digunakan para peserta untuk bereksperimen dengan library transisi yang ada. Akan disediakan file-file Alpha Magic koleksi Pinnacle, yang diperlukan untuk variasi transisi gradien.

Sesi X : Paska Produksi 2 (Efek Video)
Dengan materi gambar untuk video klip, para peserta akan diperkenalkan kepada fungsi transform klip dan sejumlah efek. Para peserta akan mengeksploitasi sendiri efek-efek ini untuk diterapkan pada materinya masing-masing, dengan tak lupa diberi penekanan bahwa pada kenyataannya, efek-efek ini digunakan oleh para profesional untuk mempertegas maksud komunikasi yang sudah harus cukup kuat pada materi gambar aslinya, dan tidak untuk merusak gambar serta maksud komunikasinya.

Sesi XI : Paska Produksi 3 (Dubbing, Audio Mixing, Efek Audio)
Para peserta akan mencoba melakukan proses pengisian dengan microphone pc dan audio mixing dengan library sound yang ada, dan mencoba efek-efek audio di program Premiere Pro. Proses ini, meskipun tidak banyak diperlukan pada proses riil produksi videoklip (yang meng-gunakan audio dari album mp3), namun amat diperlukan pada kegiatan sehari-hari unit usaha produksi video. Dengan demikian, pada sesi ini para peserta memiliki pilihan untuk berekspe-rimen dengan dubbing, audio mixing dan audio efek, atau melanjutkan pekerjaan editing video klipnya.

Sesi XII : Paska Produksi 4 (Editing Gambar dengan Photoshop)
Kepada para peserta akan dikenalkan program pengolah gambar paling mutakhir yang paling banyak digunakan oleh para profesional dunia, yaitu Adobe Photoshop. Setelah mempelajari tools dasar, para peserta akan mempelajari kaitan erat antara program Photoshop dan Premiere. Akan diperlihatkan sejumlah videoklip slideshow yang “hidup” meskipun hanya dengan materi foto, yang dibuat oleh kombinasi program Photoshop dan Premiere. Dalam kaitannya dengan riil project, eksperimen dengan Photoshop ini diharapkan dapat menjadi ajang proses kreatif yang diharapkan dapat menghasilkan elemen visual yang memperkaya riil proyek.

Sesi XIII : Paska Produksi 5 (Dasar Animasi 2D)
Para peserta akan mulai mengenal animasi yang prinsip paling sederhananya dapat ditemukan dalam cara kerja program Adobe Image Ready, yaitu bahwa animasi sebagai “gambar bergerak sebuah obyek” ialah kumpulan dari sejumlah banyak gambar diam yang berada dalam pose/posisi yang berbeda, yang ditampilkan secara berurutan dalam durasi yang amat singkat. Dari sini para peserta akan mengenal istilah fps (frame per second) dan sejumlah format video. Sebagai lanjutan, para peserta akan dikenalkan dengan salahsatu program animasi/compositing yang paling banyak digunakan oleh para profesional grafis yaitu Adobe After Effect dan mempelajari fungsi dasarnya yaitu transform klip. Dalam kaitannya dengan proyek riil, eksperimen dengan Image Ready dan After Effect ini diharapkan dapat menjadi ajang proses kreatif yang dapat menghasilkan elemen visual yang memperkaya riil project.

Sesi XIV : Paska Produksi 6 (Animasi Teks dengan After Effect)
Para peserta akan dikenalkan dengan konsep tipografi (ilmu font/jenis huruf) secara singkat kemudian langsung masuk ke penyajian bergeraknya melalui text animation preset yang disediakan oleh program After Effect. Para peserta juga akan mendapat penjelasan untuk memodifikasi animation preset ini dengan mengenalkannya pada konsep keyframe. Selanjutnya para peserta akan mencoba proses output menjadi sejumlah format file, diantaranya tiff sequence, sehingga elemen visual ini dapat digunakan sebagai overlayer di program Premiere, termasuk di riil project videoklip.

Sesi XV : Paska Produksi 7 (Animasi Partikel dengan Illusion)
Para peserta akan diperkenalkan kepada animasi partikel sebagai elemen visual yang akan memperkaya penampilan visual dan karenanya banyak digunakan oleh para profesional dalam karya-karya mereka terutama untuk bumper/opening. Untuk itu peserta akan berkesempatan bereksploitasi di program Particle Illusion dengan library-nya yang kaya. Kemudian akan dijelaskan cara export movie ke format tiff sequence sehingga materi animasi partikel ini dapat digunakan sebagai overlayer di program Premiere, termasuk di riil project videoklip.

Sesi XVI : Paska Produksi 8 (Animasi Slideshow dengan 3D Album)
Para peserta akan diperkenalkan dengan program 3D Album yang banyak dipakai oleh unit-unit usaha produksi video untuk membuat opening produknya, memakai stok still image (foto). Para peserta akan bereksperimen dengan sejumlah template animasi yang telah tersedia, kemudian melakukan export movie dengan cara khas yang dimiliki oleh program ini.

Sesi XVII : Paska Produksi 9 (Dasar Animasi 3D)
Para peserta akan berkenalan dengan konsep 3D, mulai dari modelling, material, lighting hingga rendering, melalui program Ulead Cool 3D. Para peserta akan berkesempatan bereksperimen dengan sejumlah template yang tersedia dan melakukan export movie ke format tiff sequence sehingga materi animasi 3D ini dapat digunakan sebagai overlayer di program Premiere, termasuk di riil project videoklip.

Sesi XVIII : Paska Produksi 10 (Editing akhir)
Editing akhir dengan Premiere dilakukan untuk mengolah lanjut materi editing videoklip dengan kemungkinan adanya tambahan elemen-elemen visual berupa grafis animasi, teks, partikel, slide show dan 3D. Eksperimen, eksploitasi dan pengayaan materi dengan elemen visual dan efek dapat dimaklumi sejauh hal itu disadari oleh peserta sebagai bagian dari pembelajaran. Pilihan lain ialah untuk menjaga gambar asli (hasil syuting) seutuh mungkin dan hanya ditambahi dengan elemen visual dan efek yang secara nyata dapat memperkuat gambar dan maksud komunikasi.

Sesi XIX : Paska Produksi 11 (Rendering – Output)
Para peserta akan melakukan rendering akhir proyeknya masing-masing. Akan dijelaskan beberapa tahap dan format file yang lazim dipakai, mulai dari rendering di Premiere ke format AV DV, konversi ke format MPG dengan aplikasi TMPEnc, hingga burning dan copy CD/DVD memakai program Nero dan yang sejenis. Dengan saling membandingkan proyek dirinya sendiri dan rekan lain, para peserta akan menyadari hubungan berbanding lurus antara banyaknya efek yang digunakan dengan waktu rendering yang dibutuhkan. Kepada peserta juga akan ditunjukkan alternatif rendering lain yang lebih hemat waktu dan space hard-disk tapi dengan mengorbankan kualitas gambar yaitu dengan memakai fasilitas internal Adobe MPEG Encoder. Melalui serangkaian proses finishing dan burning ini, para peserta akan memiliki kesadaran tentang pentingnya memiliki sense of time, mengingat hal ini sering menjadi salahsatu faktor kegagalan saat memenuhi deadline job order dari klien.

Sesi XX : Desain & Produksi Kemasan
Para peserta akan mendesain sendiri label cd dan cover box CD/DVD-nya masing-masing dengan Photoshop, sekaligus print out ke cd label dan art paper.

Sesi XXI : Evaluasi
Setiap peserta akan melakukan penayangan dan presentasi karyanya masing-masing di kelas di hadapan rekan-rekan peserta, instruktur dan orang lain yang diundang untuk memberikan apresiasi terhadap karya seni yang dihasilkan.

Responses

  1. bagus artikelnya mas… salam kenal

  2. Quite great posting, genuinely useful material.
    Photograph checking all over the place on the planet wide
    web long now and was start to get discouraged. Thankfully,
    I came up on your page and acquired what exactly I
    used to be struggling to find.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: